Minggu, 12 Februari 2023

 

Pengembangan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama dari semua fihak baik orang tua, sekolah dan masyarakat. Tantangan saat ini dan ke depan adalah bagaimana kita mampu menempatkan pendidikan karakter sebagai sesuatu kekuatan bangsa. Pendidikan karakter bukanlah sekedar wacana tetapi realitas implementasinya, bukan hanya sekedar kata-kata tetapi tindakan dan bukan simbol atau slogan, tetapi keberpihakan yang cerdas untuk membangun keberadaban bangsa Indonesia. Pembiasaan berperilaku sopan, santun, patuh, taat dan disiplin adalah refleksi dari pelaksanaan pendidikan karakter.  Oleh karena itu implementasi pendidikan yang berbasis karakter menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini.

Dalam rangka mengimplementasikan Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) yang merupakan program besar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk merealisasikan Implemetasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan pendidikan karakter di tingkat sekolah yang mewujudkan 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME Dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis Dan Kreatif), maka SMP Negeri 3 Cimalaka mewujudkannya dalam bentuk kegiatan :

1.    Aktifitas Amaliyah Jum’at Pagi

2.    Aktifitas Rabu Mengaji (RAME)

3.    Aktifitas Senam Pagi

4.    Aktifitas Aksi Bergizi

5.    Aktifitas Kewirausahaan

6.    Aktifitas Kearifan Lokal

NPSN : 20235603

Status : Negeri

Bentuk Pendidikan : SMP

Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah

SK Pendirian Sekolah : 421/KEP/139/DISDIK/2003

Tanggal SK Pendirian : 2003-06-06

SK Izin Operasional : 13.A/0/1998

Tanggal SK Izin Operasional : 1998-01-29

Sabtu, 11 Februari 2023



Kepala SMPN 3 Cimalaka Bp. Atep Tajudin, S.Pd., M.Pd. mencetuskan dan mulai menerapkan program kewirausahaan untuk para siswanya.

Hal itu sesuai dengan digulirkannya Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang merujuk kepada Program Implemantasi Kurikulum Merdeka (IKM) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Seperti disampaikan Kepala SMPN 3 Cimalaka Bp. Atep Tajudin, S.Pd., M.Pd. kepada Sumeks, Kamis (17/11) .

“Program IKM dan PTSS ini adalah program yang baik. Kami sangat mendukung dengan kedua program ini, khususnya mendukung kepada Kadisdik Kabupaten Sumedang. Kami merasa sekolah-sekolah akan lebih baik dengan adanya kedua program ini,” katanya.

Berkaitan dengan adanya PTTS ini, kata beliau, merupakan program rujukan ke IKM. “Jadi itu sudah nyambung,” katanya .

Dia menjelaskan, di SMPN 3 Cimalaka, implementasi untuk PTSS ini sudah diterapkan.  Di antaranya ada kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti Sholat Dhuha bersama pada hari Jum’at, Rabu mengaji, kegiatan Senam Simpati, ada juga kegiatan Botram bersama.

“Sementara untuk program IKM terkait projek kami sudah mulai dengan memanfaatkan halaman sekolah untuk budidaya palawija. Seperti jagung tomat dan cabe dan ada satu program yang mulai kami terapkan yaitu program kewirausahaan,” sambungnya.

Secara garis besar, lanjut beliau, program kewirausahaan di SMP 3 Cimalaka ini awalnya menindak lanjuti dari kegiatan projek yang dikembangkan ke kegiatan “Dimana, kita mempunyai produk makanan jajanan. Produknya ini bermacam-macam jajanan siswa. Produk jajanan dibuat oleh siswa dibeli oleh siswa juga. Makanan jajananya higienis, karena siswa dibimbing guru prakarya yaitu ibu Cahya Suminar. Sehingga, makanan itu kami jamin higienis,” paparnya.

Kedepan, pihaknya akan mengembangkan program kewirausahaan ini. Bukan hanya dijual di sekolah tetapi, akan memanfaatkan untuk dipasarkan dan dijual ke masyarakat dalam momen-momen tertentu. Contohnya di waktu bulan puasa.

“Rencananya produk ini akan dikembangkan, kita berjualan menjelang buka puasa dengan membuka stan jualan diluar sekolah. Misalkan kita membuat produk kolak, candil dan lain-lain,” katanya.

Sehingga, kata beliau, dengan program kewirausahaan ini bisa melatih anak untuk berjualan, bukan hanya di sekolah tapi juga di luar sekolah.

Disebutkan, manfaatnya dari program ini bukan hanya untuk siswa, akan tetapi manfaatnya bisa untuk sekolah. Diantaranya hasil dari program kewirausahaan ini bisa menyumbang untuk perbaikan sekolah yang kecil-kecil. Seperti untuk  pengecatan sekolah atau perbaikan jalan depan sekolah dengan tidak mengganggu modal. Adapun modal untuk program Kewirausahaan ini bersumber dari sumbangan para guru.

“Kewirausahaan ini memang program saya sebagai Kepala Sekolah untuk dikembangkan di sekolah. Khususnya di sekolah kami SMPN 3 Cimalaka yang bertujuan untuk memupuk kemandirian siswa dalam berwirusaha,” tutupnya. (ahm)

 



VISI DAN MISI SMP NEGERI 3 CIMALAKA

 

MOTTO : PASTI BEDA (Patuh, Agamis, Santun, Terampil, Inovatif, Berani, Nyunda)

 

1. Visi Sekolah :Terciptanya komunitas belajar di SMP Negeri 3 Cimalaka yang dapat menerapkan nilai-nilai karakter Patuh, Agamis, Santun, Terampil, Inovatif, Berani Nyunda (PASTI BEDA) pada tahun 2025.

Indikator :

a. Terwujudnya SDM kependidikan yang mampu melaksanakan segala peraturan yang berlaku baik di sekolah, masyarakat maupun pemerintah.

b.  Terwujudnya lingkungan pendidikanyang bernuansa religius dan insan pendidikan yang berakhlakul karimah.

c.  Terwujudnya pengembangan kehidupan yang selalu menjaga norma, etika, estetika serta sikap sopan dan santun.

d.    Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (Learning School).

e.    Terwujudnya warga sekolah yang siap menghadapi pembaharuan.

f.     Terwujudnya warga sekolah yang bersifat kritis serta berani dalam hal positif.

g.   Terwujudnya lingkungan pendidikan yang menerapkan budaya Sunda yaitu silih asah, silih asih dan silih asuh.

 

2. Misi Sekolah :

a.  Mewujudnya SDM kependidikan yang mampu melaksanakan segala peraturan yang berlaku baik di sekolah, masyarakat maupun pemerintah.

b.  Mewujudnya lingkungan pendidikanyang bernuansa religius dan insan pendidikan yang berakhlakul karimah.

c.  Mewujudnya pengembangan kehidupan yang selalu menjaga norma, etika, estetika serta sikap sopan dan santun.

d.    Mewujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (Learning School).

e.    Mewujudnya warga sekolah yang siap menghadapi pembaharuan.

f.     Mewujudnya warga sekolah yang bersifat kritis serta berani dalam hal positif.

g.  Mewujudnya lingkungan pendidikan yang menerapkan budaya Sunda yaitu silih asah, silih asih dan silih asuh.